Lewati ke isi
Sawitara

Menekan losses minyak di PKS: titik losses, angka acuan, dan pemantauan

Oleh tim Sawitara (PT Digital Decision Indonesia) · Terbit · Diperbarui

Mengapa losses lebih penting dari yang terlihat

OER hanya menunjukkan minyak yang berhasil diambil. Minyak yang terbuang tidak tercatat di tangki, sehingga penurunan OER bisa berasal dari mutu buah atau dari losses yang naik. Pemantauan losses memisahkan keduanya. Skalanya juga besar: pada PKS yang mengolah 400 ton TBS sehari, setiap 0,1 poin losses terhadap TBS setara 0,4 ton CPO per hari. Dengan harga CPO ilustrasi Rp 15.000/kg, nilainya Rp 6 juta per hari.

Titik losses utama dan angka acuan

Tabel berikut adalah rincian perkiraan losses dari buletin teknik MPOB (Malaysian Palm Oil Board), dikutip dari Ng (1993). Angka ini adalah acuan umum dari Malaysia. Kondisi buah, mesin, dan metode sampling di PKS Anda bisa berbeda, jadi tetapkan target internal sendiri.

Titik lossesStasiunPerkiraan (% terhadap TBS)
Serabut setelah press (fibre)Kempa0,55
Permukaan nut setelah pressKempa0,05
Minyak terserap di permukaan tandan kosongPenebah (thresher)0,45
Buah terikut tandan kosongPenebah (thresher)0,02
Tandan tidak terlepas (unstripped bunch)Penebah (thresher)0,05
Kondensat rebusanRebusan0,10
Sludge dari separatorKlarifikasi0,45
Tumpahan umum dan cucian tangkiUmum0,10
Total1,77

Buletin yang sama mengelompokkan kinerja pabrik menurut total oil losses: di bawah 1,3% baik, 1,3–1,8% sedang, dan di atas 1,8% buruk. Survei MPOB terhadap enam pabrik menemukan bahwa pabrik tanpa empty bunch press umumnya mencatat losses tinggi, yaitu 2,08–2,38% terhadap TBS.

Dari kadar minyak sampel ke losses terhadap TBS

Laboratorium mengukur kadar minyak dalam sampel, misalnya persen minyak dalam serabut basah. Angka ini belum bisa dijumlahkan antartitik. Ubah dulu menjadi losses terhadap TBS:

Losses terhadap TBS (%)= kadar minyak dalam sampel (%) × rasio bahan terhadap TBS (%) ÷ 100Total losses (%)= jumlah losses terhadap TBS semua titik

Contoh ilustrasi: kadar minyak serabut 5,5% dengan rasio serabut 12% terhadap TBS memberi losses 5,5 × 12 ÷ 100 = 0,66% terhadap TBS. Tandan kosong dengan kadar minyak 2,0% dan rasio 22% memberi 0,44%. Rasio bahan berbeda di tiap pabrik. Ukur rasio itu sendiri dan perbarui secara berkala; jangan menyalin angka dari pabrik lain.

Memantau per stasiun dan per shift

Jadwal sampling yang konsisten

  • Tentukan titik, frekuensi, dan cara mengambil sampel untuk setiap stasiun, lalu tuliskan. Sampel serabut dan nut diambil dari setiap press, bukan hanya satu.
  • Sampel komposit per shift lebih mewakili daripada satu sampel sesaat.
  • Catat siapa yang mengambil dan menganalisis sampel, karena perubahan metode sering membuat angka melonjak tanpa ada perubahan di proses.

Hitung harian dari total tertimbang

Seperti OER, losses harian sebaiknya ditimbang dengan TBS olah per shift, bukan dirata-ratakan:

Losses harian (%)= Σ(losses shift × TBS olah shift) ÷ Σ TBS olah

Contoh ilustrasi: losses serabut shift 1 sebesar 0,60% pada 300 ton dan shift 2 sebesar 0,80% pada 100 ton. Losses harian = (0,60 × 300 + 0,80 × 100) ÷ 400 = 0,65%, bukan 0,70%.

Tandai data yang belum lengkap

Bila satu titik belum disampling, total losses hari itu pasti terlalu rendah. Tandai hari itu belum lengkap; jangan mengisi angka kosong dengan nilai target.

Tindak lanjut per titik

Losses naik diYang biasanya diperiksa
Serabut dan nutTekanan press, keausan screw dan press cage, suhu dan pengadukan digester
Tandan kosongSiklus dan tekanan rebusan, kerja thresher, buah mentah dalam pasokan, ketersediaan empty bunch press
KondensatSiklus buang kondensat dan perangkap minyak di rebusan
Sludge dan limbah cairPengenceran dan suhu di klarifikasi, kerja separator dan decanter, waktu tinggal di tangki

Peran LHP harian

Laporan Harian Pabrik (LHP) menyatukan angka yang biasanya tersebar di laboratorium, ruang proses, dan tangki: TBS olah, CPO dan PK, OER dan KER, jam olah dan stagnasi, serta losses per titik. Dengan losses di LHP yang sama, manajer bisa langsung melihat apakah OER turun karena buah atau karena satu stasiun. Tanpa itu, losses sering baru dibahas di laporan bulanan, saat penyebabnya sudah sulit dilacak.

  • Bandingkan losses setiap titik dengan target internal, dan tampilkan selisihnya, bukan hanya angkanya.
  • Lihat tren 7 dan 30 hari per titik, karena kenaikan perlahan lebih sering terjadi daripada lonjakan.
  • Hubungkan losses dengan jam stagnasi dan pemeliharaan mesin; losses press sering naik menjelang jadwal penggantian screw.

Bagaimana Sawitara mencatatnya

Di Sawitara Mill, analis lab mencatat hasil sampel losses per tanggal, shift, stasiun, dan jenis sampel: fibre cyclone, nut, tandan kosong, kondensat, dan final effluent. Setiap sampel menyimpan kadar terhadap sampel dan losses terhadap TBS, dan keduanya dibandingkan dengan target internal yang Anda tetapkan. Total losses harian adalah jumlah semua jenis sampel; hari yang belum lengkap ditandai. LHP per shift menghitung OER, KER, dan throughput, sedangkan neraca massa memisahkan angka terukur, estimasi, dan yang tidak diukur. Alur pabrik dari timbangan sampai tiket ada di video tutorial modul PKS. Untuk menaksir nilai setiap poin OER di pabrik Anda, coba kalkulator ROI.

Halaman stasiun olah dan LHP: stok CPO, OER, KER, throughput, stok cangkang, FFA tangki, dan tren rendemen per shift
Halaman LHP: OER, KER, throughput, dan tren rendemen per shift. Tangkapan layar data demo, bukan data perusahaan nyata.

Sumber

Baca jugaRendemen OER & KER: cara menghitung yang benar dari LHPBuka halaman

Lihat Sawitara dengan data demo

Kami tunjukkan alur dari kebun sampai buku besar dalam 15 menit, lalu bahas produk yang Anda butuhkan.