Lewati ke isi
Sawitara

Cara menghitung potongan sortasi TBS berbobot

Oleh tim Sawitara (PT Digital Decision Indonesia) · Terbit · Diperbarui

Apa itu sortasi TBS dan potongan mutu

Saat truk TBS masuk pabrik kelapa sawit (PKS), petugas sortasi mengambil sampel janjang dan mengelompokkannya menurut kriteria mutu: mentah, kurang matang, matang, lewat matang, busuk, janjang kosong, tangkai panjang, serta sampah atau kotoran (pasir, batu, daun). Buah yang tidak memenuhi kriteria dianggap menurunkan rendemen, sehingga sebagian berat tiket dipotong. Hasilnya adalah berat "normal" yang menjadi dasar pembayaran atau perhitungan.

Mengapa berbobot

Setiap kriteria berdampak berbeda. Satu persen janjang busuk biasanya dinilai lebih merugikan daripada satu persen janjang lewat matang. Karena itu tiap kriteria diberi bobot: persen potongan untuk setiap 1% janjang pada kriteria itu. Bobot 50 berarti setiap 1% janjang mentah memotong 0,5% berat; bobot 100 berarti potongan penuh.

Besar bobot adalah kebijakan perusahaan atau hasil kesepakatan PKS dengan pemasok. Artikel ini tidak menetapkan angka bobot yang "benar"; yang penting bobot tertulis, disepakati, dan dipakai konsisten.

Rumus

Potongan kriteria (%)= persen kriteria di sampel × bobot ÷ 100Potongan total (%)= jumlah potongan semua kriteriaPotongan (kg)= netto tiket × potongan total ÷ 100Berat normal (kg)= netto tiket − potongan (kg)

Untuk kriteria janjang, persen dihitung dari jumlah janjang (mis. 3 janjang mentah dari sampel 100 janjang = 3%). Untuk sampah atau kotoran, persen dihitung dari berat, bukan jumlah janjang.

Contoh perhitungan

Contoh di bawah memakai sampel 100 janjang dan netto tiket 10.000 kg. Bobot yang dipakai adalah nilai bawaan Sawitara yang dapat diubah per PKS; angka ini contoh, bukan standar resmi.

KriteriaHasil sampelBobot (contoh)Potongan
Mentah3 janjang = 3%503 × 50 ÷ 100 = 1,50%
Kurang matang8 janjang = 8%252,00%
Lewat matang4 janjang = 4%50,20%
Busuk1 janjang = 1%1001,00%
Janjang kosong0%1000,00%
Tangkai panjang10 janjang = 10%20,20%
Sampah/kotoran1,5% dari berat sampel1001,50%
Total6,40%

Potongan = 10.000 × 6,40 ÷ 100 = 640 kg. Berat normal = 10.000 − 640 = 9.360 kg.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menjumlah persen tanpa bobot. Pada contoh di atas, menjumlah 3 + 8 + 4 + 1 + 10 + 1,5 menghasilkan 27,5%, jauh dari 6,40%.
  • Sampah dihitung per janjang. Sampah dan kotoran tidak berbentuk janjang; hitung dari berat.
  • Rumus berbeda di tempat berbeda. Layar sortasi memakai satu rumus, berita acara memakai rumus lain di spreadsheet, dan tiket dibulatkan berbeda. Pemasok melihat tiga angka untuk satu truk.
  • Tanpa batas maksimum. Salah ketik (mis. 80 alih-alih 8) bisa memotong sebagian besar berat. Batas potongan total membantu menolak isian yang tidak masuk akal.
  • Bobot berubah tanpa catatan. Perubahan bobot di tengah periode tanpa jejak menyulitkan penyelesaian sengketa.

Bagaimana Sawitara menanganinya

Di Sawitara, rumus di atas ditulis satu kali di server dan dipakai ulang oleh layar sortasi, workstation petugas sortasi di HP, berita acara sortasi, dan slip tiket timbang. Bobot setiap kriteria dan batas potongan total diatur di Parameter Bisnis › Timbangan dan dapat berbeda per PKS; perubahan parameter tercatat. Rincian potongan per kriteria dibulatkan empat desimal dan total dua desimal, sehingga angka di layar dan di kertas sama.

Workstation petugas sortasi di HP: pilih tiket dan isi fraksi sampel janjang
Workstation petugas sortasi: isi fraksi dari sampel janjang. Tangkapan layar data demo, bukan data perusahaan nyata.
Baca jugaRendemen OER & KER: cara menghitung yang benar dari LHPBuka halaman

Lihat Sawitara dengan data demo

Kami tunjukkan alur dari kebun sampai buku besar dalam 15 menit, lalu bahas produk yang Anda butuhkan.